MEMELIHARA KUCING GAIB. (TAK TERLIHAT)
MEMELIHARA KUCING GAIB. (TAK TERLIHAT)
“Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rab-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 50) “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat 51:56).
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan menciptakan jin dari nyala api. (Ar-Rahman: 14–15) Sungguh Kami jadikan kebanyakan jin dan manusia sebagai penghuni jahanam, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah makhluk yang lalai. (al-A’raf: 179)Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku (Allah) menyuruhmu?” Iblis menjawab, “aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. (al-A’raf: 12Katakanlah : “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan” [An-Naml : 65]
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” [Al-Jin : 26-27]“Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku” (Al-An’am : 50 ) “(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al-Jin: 26-27)
# mengenali 3 in 1 #
A. jin : adalah salah satu jenis makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat.
B. setan : satu prinsip yang harus Anda pegang: Jin itu makhluk dan setan itu sifat. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.
c. iblis : “Ingatlah ketika Kami berkata kepada para maialakt, ‘Sujudlah kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50)
A. jin : adalah salah satu jenis makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat.
B. setan : satu prinsip yang harus Anda pegang: Jin itu makhluk dan setan itu sifat. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.
c. iblis : “Ingatlah ketika Kami berkata kepada para maialakt, ‘Sujudlah kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50)
Semenjak kisah Nabi Sulaiman AS, maka manusia dilarang untuk MEMINTA.MENERIMA bantuan termasuk MEMELIHARA jin untuk kepentingannya. Karena meski kelihatannya jin itu mau menuruti kemauan manusia sebagai ‘tuannya’, pada dasarnya justru manusia itu sendiri yang sedang dijerat oleh jin untuk dibawa ke dalam kesesatan.
MEMANG BENAR bahwa Insya Allah JIN ada yang muslim dan kafir. Tetapi bila ada jin mengaku muslim, tidak otomatis dia adalah muslim yang sholeh. Perhtaikan
firman Allah: “Dan sesungguhnya diantara kami ada yang saleh dan diantara kami ada yang tidak demikian halnya, adalah kami menempuh jalan yang berbeda.” (QS. Al-Jinn: 11)
firman Allah: “Dan sesungguhnya diantara kami ada yang saleh dan diantara kami ada yang tidak demikian halnya, adalah kami menempuh jalan yang berbeda.” (QS. Al-Jinn: 11)
Apabila jin itu muslim, maka dia tidak pernah diperintah oleh Allah untuk ‘mengabdi’ kepada manusia. Karena jin adalah makhluk yang mukallaf, mereka wajib beriman kepada Allah serta beribadah seusai dengan syariat Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Rasulullah SAW sendiri sebagai Nabi bagi mereka juga, tidak pernah memanfaatkan ‘fasilitas’ muridnya dari bangsa jin demi membela perjuangan umat Islam.
Pada setiap jihad yang beliau lakukan, tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau meminta para jin untuk berpartisipasi. Karena para jin sudah punya tugas dan alam sendiri. Dan apabila jin itu kafir, tentu saja mereka punya kepentingan tertentu dengan berpura-pura mau dipelihara oleh manusia, padahal manusia itulah yang sedang ‘digarap’ oleh para jin. Dalam proses itu, bisa saja para jin itu berakting seolah-olah mereka taat, tunduk dan patuh. Padahal mereka telah menyiapkan rencana dan langkah-langkah licik untuk menyeret ‘tuannya’ ke dalam kesesatan. Karena itu, umumnya para ulama/orang yang mengetahui tidak membolehkan manusia untuk memelihara jin baik muslim atau kafir. Yang boleh adalah berdakwah dan menyampaikan risalah Islam, karena mereka wajib untuk belajar agama Islam. Sehingga bila ada kelompok jin tertentu meminta waktu untuk belajar Al-quran dan ajaran Islam, tidak boleh menolak. Tetapi bila mereka bilang bahwa mereka bersedia membantu dan memberi apa yang diminta, ini perlu dicurigai. Karena tawaran bantuan dan sebagainya akan mengikat manusia untuk selanjutnya dijadikan objek misi mereka.
Dalam hal ini harus DIKETAHUI bahwa buat para jin, bersandiwara dan berpura-pura menjadi muslim yang sholeh dan taat bukanlah pekerjaan hal yang asing, bahkan telah menjadi profesi sehari-hari. Mengenai beragamnya metode pendekatan yang mereka lakukan untuk menyesatkan manusia,
Allah berfirman: “Iblis menjawab: Karena Engkau menghukum saya tersesat, saya akan benar-benar menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati mereka bersyukur (ta’at)” (QS. Al-A’raf: 16-17)
Karena itu WAJIB bagi manusia untuk menghidarkan diri dari tipu daya para jin ini.
Ada juga hadits berbunyi sbb: “Telah berkata Shafiyah (isteri Nabi): Pernah Rasulullah saw sedang i’tikaf, lalu aku datang pada suatu malam mengunjunginya dan berbicara kepadanya, kemudian aku bangun hendak pulang, Rasul pun bangun dan mengantarku, tiba-tiba ada dua orang laki-laki dari golongan Anshar lewat dihadapan kami, tatkala keduanya melihat kami cepat-cepat mereka berlalu dari hadapan kami, maka Rasul saw menegurnya; Berlambat-lambatlah, ia adalah Shafiyyah bin Huyay, istriku. Keduanya menjawab: Maha suci Allah wahai Rasulullah saw. Kemudian Nabi bersabda: Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia sebagaimana mengalirnya darah, maka aku khawatir bahwa setan akan melontarkan sesuatu ke dalam hati kalian berdua (kejahatan). (HR. Bukhri dan Muslim)
dan beberapa ayat al quran yang berbicara tentang mereka''
Allah berfirman: “Iblis menjawab: Karena Engkau menghukum saya tersesat, saya akan benar-benar menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati mereka bersyukur (ta’at)” (QS. Al-A’raf: 16-17)
Karena itu WAJIB bagi manusia untuk menghidarkan diri dari tipu daya para jin ini.
Ada juga hadits berbunyi sbb: “Telah berkata Shafiyah (isteri Nabi): Pernah Rasulullah saw sedang i’tikaf, lalu aku datang pada suatu malam mengunjunginya dan berbicara kepadanya, kemudian aku bangun hendak pulang, Rasul pun bangun dan mengantarku, tiba-tiba ada dua orang laki-laki dari golongan Anshar lewat dihadapan kami, tatkala keduanya melihat kami cepat-cepat mereka berlalu dari hadapan kami, maka Rasul saw menegurnya; Berlambat-lambatlah, ia adalah Shafiyyah bin Huyay, istriku. Keduanya menjawab: Maha suci Allah wahai Rasulullah saw. Kemudian Nabi bersabda: Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia sebagaimana mengalirnya darah, maka aku khawatir bahwa setan akan melontarkan sesuatu ke dalam hati kalian berdua (kejahatan). (HR. Bukhri dan Muslim)
dan beberapa ayat al quran yang berbicara tentang mereka''
“Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rab-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 50) “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat 51:56).
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan menciptakan jin dari nyala api. (Ar-Rahman: 14–15) Sungguh Kami jadikan kebanyakan jin dan manusia sebagai penghuni jahanam, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah makhluk yang lalai. (al-A’raf: 179)Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku (Allah) menyuruhmu?” Iblis menjawab, “aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. (al-A’raf: 12Katakanlah : “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan” [An-Naml : 65]
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” [Al-Jin : 26-27]“Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku” (Al-An’am : 50 ) “(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al-Jin: 26-27)

Comments
Post a Comment